cara upload web ke hosting

Pelajari 6 Cara Upload Web ke Hosting yang Mudah Untuk Diterapkan

Bagi seorang pengembang website, upload web menjadi salah satu tahapan yang perlu dikerjakan agar orang lain bisa mengakses. Oleh sebab itu, perlu ditekankan cara upload web ke hosting yang bisa dipelajari agar tidak mengalami kendala. Meski terlihat mudah, proses ini memerlukan ketelitian dan kesabaran. Berikut pembahasan cara mengupload website yang bisa dipelajari oleh user:

1. Pilih Website Hosting Berkualitas

Pemilihan web hosting bisa didasarkan oleh beberapa aspek, seperti adanya fitur live support, space, jaminan dari provider. Live support merupakan ketersediaan fitur bantuan via telepon atau chat yang bisa digunakan bila mengalami kesulitan. Sedangkan space berguna untuk memberikan ruang untuk website agar mampu lebih berkembang. Fitur skala ini perlu ada pada web hosting yang dipilih.

Agar user merasa tenang ketika menggunakan website, maka perlu adanya jaminan kualitas dari provider. Misalnya pengembalian uang apabila kebijakan provider justru merugikan bagi user. Adanya jaminan seperti ini tentunya akan sangat berguna dalam memastikan kualitas dari website hosting yang dipilih. Sehingga user tidak ragu lagi untuk membeli dan memakainya.

TRENDING NOW :  Jenis Jenis Layanan Hosting beserta Kelebihan dan Kekurangannya

2. Pahami Cara Upload Website

Untuk menerapkan cara upload web ke hosting, user memerlukan bantuan tools. Beberapa diantaranya yang paling banyak dibutuhkan yaitu FTP, File Manager, Importer Website, dan Plugin Migrasi. Setiap tools dibekali kelebihan masing-masing, misalnya user bisa mengupload arsip backup tanpa batas ukuran menggunakan FTP. Berbeda dengan Plugin Migrasi yang membatasi ukuran berkas sampai 256 MB.

3. Upload dan Ekstrak Arsip Website

Menggunakan tool File Manager Hostinger, user bisa memulai proses upload website dengan mudah. Silahkan buka File Manager, lalu pilih ikon Upload pada bagian menu sebelah kanan atas. Tentukan arsip website yang tersimpan pada perangkat laptop, lakukan decompress dengan memanfaatkan fitur Extract. Pastikan file tersebut telah berada dalam folder yang tepat.

4. Cek Data yang Telah Tersimpan

User perlu memastikan bahwa data-data sudah tersimpan rapi di bagian public_html. Pada beberapa kondisi, terkadang muncul direktori tambahan yang dihasilkan ketika mengekstrak backup. Contohnya file website yang seharusnya terbuka pada bagian example.com, justru muncul di bagian example.com/baru.

TRENDING NOW :  Membeli VPS Murah di Digital Ocean Tanpa Kartu Kredit

Namun, user bisa memindahkan website menuju website utama dengan melihat pada bagian direktori. Mulailah dengan menandai semua file, kemudian klik kanan dan pilih Move. Agar website yang berada di bagian subfolder bisa berpindah ke domain, silahkan atur destinasi ke public_html. Tunggu hingga prosesnya selesai, selanjutnya website akan berpindah ke menu utama.

5. Import Database MySQL

Apabila website memiliki database, maka user juga perlu mengunggahnya juga. Namun, apabila tidak terdapat database MySQL pada website maka user bisa mengabaikan cara ini. Untuk tahapannya silahkan membuat database dan user MySQL terlebih dahulu. Buka database melalui phpMyAdmin dan upload file backup. Lanjutkan dengan mengupdate nama database, user, dan password.

6. Cek Hasil Akhir

Setelah mengikuti keseluruhan tahapan di atas, user wajib mengecek website yang sudah jadi apakah sudah bisa online. Hal yang perlu dilakukan adalah melihat domain melalui browser. Pastikan bahwa website sudah bisa diakses secara online, yang mana menandakan bahwa proses upload web ke hosting berhasil. Ikuti langkah yang sama untuk melakukan upload website selanjutnya.

TRENDING NOW :  Mengenal Macam Macam Control Panel Hosting di Dunia Web

Itulah cara upload web ke hosting yang sangat dibutuhkan, terutama bagi pengembang website pemula. Sebagaimana penjelasan di atas, mengunggah website bisa dilakukan dengan FTP client. Lakukan upload satu per satu, proses tersebut mungkin akan membutuhkan waktu yang lama. Jika menggunakan File Manager, maka user dapat mengupload dua file sekaligus dengan ukuran tidak melebihi 256 MB.